Product

Film Terbaik Indonesia 2019

Film terbaik indonesia 2019 – The last barongsai adalah suatu film terbaik 2019 dan paling baru 2019 asal Indonesia bergenre drama. Film ini yang disutradarai oleh Ario Rubbik bersama dengan penulis skenario bernama Titien Watiwena. Film the last barongsai ini bakal di bintangi oleh Dion Wiyoko, Rano Karno, Tyo Pakusadewo, Aziz Gagap serta Vinesa Inez. Film ini telah dinaungi oleh rumah produksi Karnos Film serta direncanakan tampil pada 26 Januai 2019 (Indonesia). Ide pembuatan film ini, kata dia, bermula pada 2008, saat pamannya aktor Rano Karno pernah bermain ke daerah rumah keturunan peranakan Tionghoa Benteng. Waktu itu, dia (Rano) lihat ada persamaan nasib barongsai dengan budaya betawi, ondel-ondel yang mulai ditinggalkan anak-anak muda, kata Ario. Merunut kembali pada waktu silam, ondel-ondel serta barongsai awalnya dipakai untuk mengusir roh jahat.

Tetapi, saat ini nasib keduanya semakin banyak beraksi untuk mengamen di tepi jalan atau pusat keramaian. Dengan cara kebiasaan beralih, dulu Barongsai jadi pertunjukan acara sakral di klenteng atau waktu perayaan Cap Go Meh Imlek, namun saat ini mengamen serta sesungguhnya tak bisa ada di mall-mall, ungkap Ario. Beranjak dari itu, Ario ditunjuk untuk mengarahkan film drama keluarga dengan balutan budaya Tionghoa peranakan di Indonesia, terutama di Tangerang Banten. Nonton one piece sub indo mengenai Kho Huan (Tyo Pakusadewo) yang berwajah memperlihatkan keresahan pikirkan surat undangan yang tengah dia baca. Surat itu adalah satu undangan ikuti kejuaraan barongsai. Setiap tahunnya senantiasa ada surat undangan untuk ikuti kejuaraan barongsai, tetapi surat-surat itu tidak pernah dibukanya, tak dibacanya.


Disisi lain, Agun (Dion Wiyoko) anak lelaki Kho Huan terpaku membaca surat serta diwajahnya terlihat keceriaan. Kho Huan jadi menginginkan berteriak untuk meluapkan perasaan senangnya. Surat pemberitahuan tentang permintaannya untuk memperoleh beasiswa di nanyang university singapore diluluskan. Tetapi tanggal yang mengharuskan daftar lagi bikin Agun bimbang. Tanggal daftar lagi itu ternyata bersamaaan dengan tanggal dimulainya kejuaraan barongsai. Aguan bimbang, apa yang akan terjadi apabila ia menjemput mimpinya dengan meninggalkan sanggar barongsai punya ayahnya? Lantas apabila ia tetaplah tinggal bagaimana dengan cita-citanya? Kho Huan memutar otak mencari supaya anaknya dapat bersekolah ke Singapore serta menjemput mimpinya. Kho Huan mesti melupakan lagi undangan kejuaraan barongsai serta membiarkan kembali membiarkan surat undangan tergeletak di laci.

Related posts